Jenis Busana Muslim Dari Berbagai Negara

Perkembangan zaman juga turut mempengaruhi fashion mode di setiap negara. Sehingga tak heran jika beberapa negara di dunia memiliki bentuk busana muslim yang berbeda-beda. Salah satu fahion item dari busana muslim ialah jilbab atau hijab. Hijab juga dapat menjadi identitas yang berbeda dari setiap negara mayoritas muslim. Tak terekcuali Indonesia, jilbab sering diidentikan dengan benda penutup kepala yang dipakai oleh para muslimah untuk menutupi rambut mereka. Perkembangan zaman ini juga yang sedikit banyak merubah esensi dari jilbab, tak hanya sebagai penutup kepala, namun juga sebagai tren fashion yang terbilang memiliki peminat yang cukup banyak. Berikut ini merupakan jenis dan bentuk busana muslim dari berbagai negara di dunia.

A. Burqa
Jenis busana muslim yang satu ini berasal dari Afganistan. Burqa memiliki tampilan yang menutupi seluruh tubuh penggunanya. Tak hanya di Afganistan, para muslimah di Pakistan serta India Utara juga tak jarang menggunakan Burqa. Busana muslim yang satu ini biasanya digunakan oleh parah muslimah ketika keluar rumah, dan dibuka ketika kembali ke rumah. Karena Burqa menutupi seluruh bagian tubuh perempuan muslim di Afganistan, tak heran jika tidak ada celah tubuh yang terlihat. Kecuali telapak tangan dan sedikit menerawang di bagian mata sebagai alat penglihatan.

B. Abaya
Jenis busana muslim yang satu ini memang selalu dikaitkan dengan gamis khas orang-orang timutr tengah. Desain dari cutting abaya ini dinilai lebih ramping dibandingkan dengan kaftan ataupun gamis lainnya, baik A-Line maupun Umbrella Line. Abaya ini biasanya disajikan dengan warna hitam, serta bahannya pun juga khusus untuk gamis abaya. Seperti Super Black, Jet Black, ataupun bahan sejenis lainnya. seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Abaya memang identik dengan warna hitam, dengan dibubuhi beragam renda, bordir bahan tergantung pada model abaya.

C.Chador
Chador merupakan fashion item busana muslim yang berasal dari Iran. Chador merupakan kain atau penutup kepala yang tak jarang dikenakan oleh para perempuan di negara Iran. Kain penutup kepala ini biasanya digunakan setengah lingkaran seperti saat mengenakan selendang. Chador menjuntai dari ujung kepala menutupu sebagain besar tubuh para muslimah yang menggunakannya. Chador ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan busana muslim lainnya, Chador tidak memiliki kancing ataupun sesuatu untuk mengencangkan saat menggunakan pada tubuh. Ujung kain Chador biasanya diselipkan begitu saja pada bagian bawah tangan maupun lihir. Warna dominan yang biasanya digunakan oleh para perempuan Iran adalah Chador berwarna hitam, namun tak sedikit pula sebagain dari mereka menggunakan Chador warna-warni serta motif yang berbeda-beda saat di rumah maupun di luar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *